Appearance
Kode HS (Harmonized System)
HS Code adalah kode internasional untuk mengklasifikasikan barang perdagangan, diterbitkan oleh World Customs Organization (WCO). Di Indonesia dikenal sebagai BTKI (Buku Tarif Kepabeanan Indonesia).
Struktur Kode HS
Seksi (Romawi)
└── Bab / Chapter (2 digit)
└── Pos / Heading (4 digit)
└── Sub Pos / Subheading (6 digit) ← standar internasional
└── Pos Tarif BTKI (8 digit) ← nasional IndonesiaContoh: 8471.30.10.00
| Bagian | Digit | Arti |
|---|---|---|
| Bab | 84 | Mesin & peralatan mekanik |
| Pos | 8471 | Mesin pengolah data otomatis |
| Sub Pos | 847130 | Mesin pengolah data portabel |
| Pos Tarif | 84713010 | Spesifikasi tarif nasional |
DocFast menggunakan kode 8 digit (Pos Tarif BTKI).
Tarif BM (Bea Masuk)
Tarif dasar yang dikenakan saat barang masuk ke Indonesia.
- Dicatat di DocFast per HS Code dengan tanggal berlaku — satu HS Code bisa punya riwayat tarif berbeda
- Tarif bisa berubah mengikuti kebijakan pemerintah
- Field di DocFast: BM (%)
Tarif Preferensi
Tarif yang lebih rendah dari BM dasar, berlaku untuk barang asal negara tertentu berdasarkan perjanjian perdagangan bebas (FTA).
| Jenis | Berlaku untuk |
|---|---|
| ATIGA | ASEAN |
| ACFTA | ASEAN–China |
| AKFTA | ASEAN–Korea |
| AIFTA | ASEAN–India |
| AANZFTA | ASEAN–Australia–Selandia Baru |
| AHKFTA | ASEAN–Hongkong |
| IJEPA | Indonesia–Jepang |
| ICFTA | Indonesia–Chile |
| IEFTA | Indonesia–EFTA (Swiss, Norwegia, dll) |
| IUCEPA | Indonesia–Uni Emirat Arab |
Tarif preferensi berbeda per tahun karena umumnya turun bertahap menuju 0%.
Untuk mendapat tarif preferensi, barang harus dilengkapi Surat Keterangan Asal (SKA / Certificate of Origin) yang sesuai skema FTA.
Satuan Wajib
Beberapa HS Code memiliki satuan wajib yang harus digunakan dalam dokumen BC — tidak bisa diganti dengan satuan lain.
Satuan wajib dibedakan per jenis dokumen:
| Jenis | Keterangan |
|---|---|
impor | Berlaku saat barang masuk (BC 2.3, BC 4.0, BC 2.0, dll) |
ekspor | Berlaku saat barang keluar (BC 3.0, dll) |
Satu HS Code bisa punya lebih dari satu satuan wajib (dibedakan oleh nomor seri), misalnya satuan berat dan satuan jumlah sekaligus.
Contoh kasus umum:
| HS Code | Barang | Satuan Wajib |
|---|---|---|
| 87xx (kendaraan) | Kendaraan bermotor | PCE (unit) + KGM (kg) |
| 22xx (minuman) | Minuman beralkohol | LTR (liter) |
| 27xx (bahan bakar) | Minyak & BBM | LTR atau MTQ |
| 71xx (logam mulia) | Emas, perak | GRM (gram) |
Jika HS Code punya satuan wajib dan satuan yang diisi pada dokumen BC tidak sesuai, pengiriman ke CEISA 4.0 akan ditolak.
Cara Cek di DocFast
Buka Master → HS Code, pilih kode yang ingin dilihat. Halaman detail menampilkan:
- Tab Tarif — riwayat BM per tanggal berlaku
- Tab Tarif Preferensi — tarif FTA per skema dan tahun
- Tab Satuan Wajib — satuan wajib per jenis (impor/ekspor) beserta dokumen pabean yang berlaku
- Tab Lartas — persyaratan izin/larangan untuk barang terbatas
- Tab Spesifikasi Khusus — field tambahan wajib isi (contoh: nomor rangka, nomor mesin untuk kendaraan)
Cara Mencari Kode HS
INSW (Indonesia National Single Window)
- https://insw.go.id → Tarif & Fasilitas → Penelusuran Tarif
- Cari berdasarkan deskripsi barang atau kode HS
- Menampilkan tarif BM, PPN, PPh, lartas, dan tarif preferensi lengkap
Portal Bea Cukai
- https://www.beacukai.go.id → BTKI Online
Catatan
- Klasifikasi HS ditentukan oleh kondisi barang saat impor, bukan tujuan penggunaan
- Kode HS berubah setiap 5 tahun mengikuti revisi WCO — pastikan BTKI yang berlaku
- Jika ragu, konsultasikan dengan PPJK atau pejabat Bea Cukai
Panduan Terkait
- Perhitungan BM dan PDRI — cara tarif HS Code dipakai menghitung Bea Masuk dan pajak impor