Appearance
Perhitungan BM dan PDRI
Referensi cara menghitung Bea Masuk (BM) dan PDRI (Pajak Dalam Rangka Impor) pada dokumen kepabeanan. DocFast menghitung semua ini otomatis saat HS Code dipilih, tetapi memahami urutannya penting untuk memverifikasi hasil dan menelusuri selisih.
Istilah
| Istilah | Arti |
|---|---|
| BM | Bea Masuk — pungutan atas barang yang masuk ke daerah pabean Indonesia |
| PDRI | Pajak Dalam Rangka Impor — kumpulan pajak yang dipungut bersamaan dengan impor: PPN, PPh Impor, dan PPnBM |
| CIF | Cost, Insurance, Freight — nilai pabean yang menjadi dasar perhitungan BM |
| NDPBM | Nilai Dasar Perhitungan Bea Masuk — kurs pajak yang dipakai mengonversi valuta asing ke Rupiah |
| BMAD | Bea Masuk Anti Dumping — pungutan tambahan untuk barang tertentu |
1. Menentukan Nilai Pabean (CIF)
Nilai pabean adalah dasar perhitungan BM. Nilai ini dihitung dari:
CIF = FOB + Freight + Asuransi- FOB (Free On Board) — harga barang sampai di atas kapal/pesawat di pelabuhan asal
- Freight — biaya pengangkutan ke pelabuhan tujuan
- Asuransi — biaya asuransi pengangkutan
Lalu dikonversi ke Rupiah:
CIF Rupiah = CIF × NDPBMDi DocFast: Pada BC 2.3, isi Nilai Barang per item — sistem menghitung pro-rata Freight, Asuransi, dan Diskon dari header secara proporsional, lalu mengkalkulasi CIF dan semua pungutan otomatis. Klik Tarik Kurs untuk mengisi NDPBM.
Kapan NDPBM Diperbarui
Kurs NDPBM ditetapkan pemerintah dan berlaku mingguan — biasanya diperbarui setiap hari Rabu dan berlaku untuk satu minggu berikutnya.
Karena itu, biasakan klik Tarik Kurs setiap hari kerja sebelum membuat dokumen BC, agar kurs yang dipakai selalu yang berlaku pada tanggal dokumen. Kurs diambil otomatis dari CEISA 4.0 dan diisi dengan tanggal hari ini.
Kurs yang salah membuat CIF Rupiah, BM, dan seluruh PDRI ikut salah — periksa NDPBM sebelum Submit. Lihat Kelola Kurs.
Incoterm menentukan komponen mana yang sudah termasuk. Untuk Incoterm FOB, FAS, EXW, dan FCA, Freight wajib diisi > 0 karena belum termasuk dalam harga barang.
2. Urutan Perhitungan
Perhitungan bersifat berjenjang — hasil satu langkah menjadi dasar langkah berikutnya:
CIF Rupiah
↓
BM = CIF Rupiah × Tarif BM%
↓
BMAD = CIF Rupiah × Tarif BMAD%
↓
Dasar PPN (Nilai Impor) = CIF Rupiah + BM + BMAD
↓
PPN = Dasar PPN × Tarif PPN% ┐
PPh = Dasar PPN × Tarif PPh% ├─ PDRI
PPnBM = Dasar PPN × Tarif PPnBM% ┘Poin kunci: PDRI tidak dihitung dari CIF saja. Dasar pengenaannya adalah Nilai Impor = CIF + BM + BMAD, sehingga BM ikut menjadi objek PPN.
3. Tarif
| Pungutan | Sumber Tarif |
|---|---|
| BM | Per HS Code, punya riwayat tanggal berlaku. Bisa digantikan tarif preferensi FTA jika ada SKA |
| PPN | Maksimal 11% — submit gagal jika melebihi |
| PPh Impor | Per HS Code; dapat dibebaskan jika ada SKB PPh |
| PPnBM | Hanya untuk barang mewah |
Tarif terisi otomatis saat HS Code dipilih (diambil dari HsRate terbaru), dan bisa diubah manual per barang bila perlu.
Lihat Kode HS untuk tarif preferensi dan skema FTA.
4. Contoh Perhitungan
Impor bahan baku dengan data berikut:
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| FOB | USD 10.000 |
| Freight | USD 800 |
| Asuransi | USD 200 |
| NDPBM | Rp 16.000 |
| Tarif BM | 5% |
| Tarif PPN | 11% |
| Tarif PPh | 2,5% |
Langkah:
CIF = 10.000 + 800 + 200 = USD 11.000
CIF Rupiah = 11.000 × 16.000 = Rp 176.000.000
BM = 176.000.000 × 5% = Rp 8.800.000
Dasar PPN = 176.000.000 + 8.800.000 = Rp 184.800.000
PPN = 184.800.000 × 11% = Rp 20.328.000
PPh = 184.800.000 × 2,5% = Rp 4.620.000| Pungutan | Nilai |
|---|---|
| BM | Rp 8.800.000 |
| PDRI (PPN + PPh) | Rp 24.948.000 |
| Total | Rp 33.748.000 |
5. Fasilitas TPB — Mengapa Nilainya Tetap Dihitung
Pada dokumen TPB seperti BC 2.3, semua pungutan di atas tetap dihitung meskipun tidak dibayar saat barang masuk:
| Pungutan | Fasilitas Default BC 2.3 |
|---|---|
| BM, BMAD, BM lainnya | Ditangguhkan |
| PPN, PPh, PPnBM | Tidak Dipungut |
Nilai yang dihitung tetap dicatat karena menjadi dasar saat barang nantinya dikeluarkan ke TLDDP (BC 2.5) — di situlah kewajiban pungutan bisa muncul.
Bandingkan dengan BC 2.0 (PIB) yang berfasilitas Dibayar — semua BM dan PDRI wajib dilunasi saat impor.
Arti tiap fasilitas
| Fasilitas | Arti |
|---|---|
| Dibayar | Pungutan dilunasi saat itu juga |
| Ditangguhkan | Pembayaran ditunda selama barang berada di TPB |
| Tidak Dipungut | Tidak ditagih sepanjang memenuhi ketentuan fasilitas |
| Dijaminkan | Tidak dibayar, tetapi dijamin (mis. BC 2.6.1) sampai barang kembali |
| Dibebaskan | Dihapuskan berdasarkan dasar hukum tertentu (mis. SKB PPh) |
Panduan Terkait
- Kode HS — tarif BM, tarif preferensi, dan satuan wajib
- BC 2.3 — Kelola Barang — kalkulasi otomatis saat input barang
- Billing BC — laporan tagihan BM dan pajak beserta status BPN